Ucapan Selamat dan Ucapan Terimakasih dari ULMWP dan WPRRA Port Moresby

Benny Wenda adalah salah satu pengungsi West Papua yang diselamatkan keluar dari pulau New Guinea karena dikejar oleh Negaera Kolonial Republik Indonesia (NKRI). Kami kirim dia keluar tahun 2002, dan sepuluh tahun kemudian dia balik, menggunakan paspor Inggris. Sekarang salah satu dari pengungsi West Papua ini mendapatkan penghargaan oleh negara lain.

Tuan Elimar Gombo, paling kiri (berkumis tebal) dan berikutnya Soni Yossi (baju merah dengan anak kecil)

Itulah antara lain kata-kata dari Soni Yossi, Wakil Ketua West Papua Refugee Relief Association (WPRRA) bermarkas pusat di Gerehu Stage 2, Port Moresby, Papua New Guinea.

Turut hadir sejumlah perwira dari West Papua Revolutionary Army (WPRA) dan juga aktivis Papua Merdeka bertempat tinggal di Port Moresby.

Dengan mencucurkan air mata, Soni Yossi mengatakan,

Saya dulu sudah punya bayangan hal-hal ini akan terjadi. Dan ini pintu terbuka, maka pintu-pintu lain lagi akan terus terbuka, dan terbuka, terus terbuka. Sampai akhirnya pintu kemerdekaan West Papua terbuka. Dia hanya tunggu kita orang West Papua sendiri yang harus mempersiapkan diri untuk menerima kemerdekaan. Ulur-ulur waktu selama ini terjadi bukan karena orang luar tidak mau menyerahkan kemerdekaan, tetapi kami orang Papua sendiri belum siap menerimanya.

Disambung lagi oleh Ketua WPRRA, Tuan Elimar Gombo bahwa penghargaan ini mengandung arti besar bagi banga Papua, bagi nasib bangsa Papua, bagi perjuangan Papua Merdeka.

Elimar Gombo menyerukan kepada seluru orang Papua di manapun Anda berada untuk segera bersiap-siap dan saat ini kami sudah siap untuk mendata semua orang Papua yang ada di luar negeri, dalam rangka mengurus hak-hak semua orang West Papua yang ada di luar negeri karena banyak orang West Papua belum mendapatkan layanan hak-hak sebagaimana mestinya seperti dijamin oleh Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa maupun aturan-aturan nasional dan internasional yang berlaku di seluruh dunia.

Terutama di Papua New Guinea, banyak orang West Papua masih hidup tanpa identitas, tanpa status kewarga-negaraan. Alasannya bukan karena tidak mau, tetapi karena tidak tahu bagaimana mendapatkan hak-hak yang seharusnya bisa dimiliki oleh orang West Papua di seluruh dunia.

Dalam acara ini juga disinggung tentang rencana penggabungan kegiatan Walk for Life Port Moresby dengan Free West Papua Campaign yang diselenggarakan setiap hari minggu subuh. Gubernur NCD Port Moresby Powes Parkop telah diberitahukan dan telah berjanji untuk memberikan ucapan selamat dan terimakaish yang sama dalam waktu dekat.